........dW! rOHM@ WulAndar!............

TuGas_tUGas....

Rabu, 02 Desember 2009

perspektif psikologis

Perspektif Psikologis. Perspektif Psikologis tentang komunikasi manusia memfokuskan perhatiannya pada individu (si komunikator atau penafsir) baik secara teoritis maupun empiris. Secara lebih spesifik lagi, yang menjadi fokus utama dari komunikasi adalah mekanisme internal penerimaan dan pengolahan informasi. Unsur-unsur perantara dari behaviorisme S-O-R dan psikologi kognitif, cenderung untuk mendominasi usaha penelitian para ilmuwan komunikasi yang mempergunakan perspektif psikologis.
Komponen-komponen Perspektif Psikologis. Orientasi Source-Response cukup menonjol dalam perspektif psikologis tentang komunikasi manusia. Perspektif ini menganggap bahwa manusia berada dalam suatu
medan stimulus, yang secara bebas disebut sebagai suatu lingkungan informasi. Di sekeliling setiap orang terdapat arus stimuli yang hampir tidak terbatas jumlahnya, semuanya dapat diproses melalui organ-organ indra penerima, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan rasa. Semua stimulus ini bersaing untuk diterima karena banyaknya sehingga jumlahnya melebihi kapasitas manusia untuk menerima dan mengolahnya.
Manusia yang sedang berkomunikasi tidak hanya menerima stimuli akan tetapi ia pun menghasilkan stimuli. Sama sebagaimana halnya dengan konsep sumber atau penerima dalam model mekanistis, dalam model psikologis manusia ditandai sebagai makhluk yang memiliki fungsi ganda menghasilkan dan menerima stimuli, jadi manusia adalah seorang komunikator atau penafsir stimuli informasional.
Ketika si penafsir menyerap stimuli, ia secara otomatis mengolahnya melalui berbagai filter konseptual. Filter ini merupakan keadaan internal dari organisme manusia. Filter tidak dapat diamati secara langsung sebagai keadaan internal, akan tetapi dianggap sangat mempengaruhi peristiwa komunikatif. Filter dapat digambarkan sebagai sikap, keyakinan, motif, dorongan, citra, kognisi, konsep diri, tanggapan, orientasi, set, atau sejumlah konstruk hipotesis lainnya.
Setelah menyaring stimuli komunikatif, komunikator merespons stimuli itu dengan menghasilkan stimuli tambahan, yang kemudian ditambahkan kepada medan stimulus sebagai respons perilaku. Respons itu, juga merupakan seperangkat stimulus informasi yang terstruktur yang dikenal sebagai isyarat dan simbol yang dihasilkan oleh komunikator dan dapat dipengaruhi oleh respons diskriminatif berikutnya oleh penafsir lainnya.
Respons tidak seluruhnya dapat diobservasi secara langsung. Ada bagian-bagian tertentu dari respons itu yang tetap tersembunyi dan karenanya tidak dapat dilihat dalam peristiwa komunikatif.

Selasa, 10 November 2009

TEORI DIFUSI INOVASI

Perkembangan teori komunikasi dimulai sejak tahun 1950-an, pada saat itu pemerintah Amerika Serikat ingin mengetahui bagaimana dan mengapa sebagian petani disana mengadopsi teknik – teknik baru dalam pertanian dan sebagian lainya tidak. Everett M Rogers pada waktu menjadi bagian dari tim eksplorasi ini. Meskipun pada awalnya teori difusi ini ditujukan untuk memahami difusi dari teknik – teknik pertanian tapi pada perkembangan selanjutnya teori difusi ini digunakan pada bidang – bidang lainnya.

Rogers menyatakan bahwa inovasi adalah “ an idea, practice, or object perceived as new by the individual.” ( suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggagp atau dirasa baru oleh individu ). Difusi sendiri dapat dikatakan juga sebagai suatu tipe komunikasi khusus dimana pesannya adalah ide baru. Disamping itu, difusi juga dapat dianggap sebagai suatu jenis perubahan sosial yaitu suatu proses perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi system sosial.

Dalam hal ini sesuatu yang dapat menjadi ide baru dalam kehidupan, khususnya masyarakat. Secara universal begitu banyak gagasan baru yang telah ada dan diperkenalkan dalam kehidupan masyarakat, secara praktek bentuk difusi penyampaiannya pun dapat terealisasi. Walaupun kita tidak bisa mengabaikan banyak inovasi – inovasi yang ditawarkan kepada masyarakat belum dapat dipraktekkan secara maksimal. Dalam prakteknya saya mengambil contoh bentuk penerapan difusi inovasi pada penggunaan biji jarak yang lebih dikenal dengan GAHARU, biji jarak ini digunakan sebagai alternative BBM ( bahan bakar minyak ) yang selama ini secara terus menerus diambil dari bumi. Biji jarak itu sendiri memberikan banyak manfaat dalam penggunaannya. Yang selama ini hanya dikenal dengan tanaman rumput disekitar kita. Pengenalannya dimulai sejak tahun 2003 Bapak Syamsul Arifin menunjukkan minyak gaharu kepada banyak orang. Sehingga niat dan pikiran terus berkembang untuk mengetahui gaharu.


Sehingga para adopter gaharu mulai diperkenalkan manfaat serta cara pembudidayaannya di lapangan, mulai dari teknik pembuatan bibit dari biji gaharu, teknik membuat bibit cabutan, perbanyakan vegetative, dan penanaman di lapangan. Yang akhitnya hingga sekarang tanaman gaharu tersebut terus dibudidayakan di tengah – tengah masyarakat.

Setelah itu para adopter mulai mengambil proses keputusan innovasi berdasarkan pengetahuan tentang gaharu tersebut dan dari hasil serta manfaatnya yang dapat digunakan akan banyak masyarakat dari waktu ke waktu mulai mempercayai manfaat gaharu. Sehingga akan mulai diterapkan secara meluas dikalangan masyarakat tentunya.




Daftar Pustaka :
- DEPARTEMEN KEHUTANAN PUSAT BINA PENYULUHAN KEHUTANAN. 2004. Profil pengusahaan ( Budidaya ) Gaharu. Jakarta.

Kamis, 22 Oktober 2009

Dasar-dasar Jurnalisme

TUGAS JURNALISME II
Seperti yang telah dibahas dalam pertemuan II, bentuk penerapan nyata untuk sebuah era digital dalam jurnalisme khususnya pada pengolahan sebuah berita dan bentuk penyampaian berita terhadap publik dikemas seinstan mungkin untuk dapat memberikan informasi seluas-luasnya dan seterbuka mungkin. Banyaknya media cetak yang menambah bentuk penyampaiyan beritanya menggunakan media online, yang dapat diakses oleh berbagai khalayak yang ingin mendapatkan informasi kapan pun, dan dimana pun mereka inginkan. Sehingga dapat mempermudah siapapun mengambil dan mengolah kembali sebuah informasi .
Dalam hal penggunaan blog, software yang satu ini mulai dikenal dan diminati banyak orang khususnya kaum akademis, pelajar , dan masyarakat umum. Dengan munculnya blog ini semakin mempermudah kita dalam mempromosikan sesuatu baik itu berupa barang, acara, materi perkuliahan yang mungkin penjelasannya tidak akan dibahas hanya di dalam kelas saja, atau hal lainnya yang ingin mendapatkan tanggapan secara luas khususnya pengguna internet.
Namun di kalangan pelajar ada yang menggunakan blog sebagai diary online yang dapat mengekspresikan isi hatinya melalui tulisan yang di terbitkan melalui blog pribadi, sehingga orang-orang yang tertarik ingin membaca jalan cerita yang terus diperbaharui , dan juga mengomentari sambil memberikan saran kepada penulis. Sehingga para penulis dapat mengembangkan proses komunikasi dua arah, walaupun tidak secara langsung.
Perkembangan digitalizasi media massa sekarang sangat banyak telah memberikan dampak yang berarti untuk perkembangan informasi. Implikasinya terhadap perkembangan media tradisional seperti radio/tv/surat kabar, menurut saya untuk sekarang ini semakin terlihat untuk kehidupan masyarakat , namun masih ada sebagian besar masyarakat menggunakan media tradisional sebagai bahan informasi utama dalam kehidupan sehari-harinya terutama Tv dan surat kabar, apakah itu hanya karena kebiasaan yang telah ada atau mungkin kurang memahami dengan ketersediaan media digital sekarang. Sedangkan untuk media digital, kebanyakan masyarakat menggunakan media ini hanya untuk beberapa kalangan yang tentunya telah memiliki pengetahuan dan skil yang cukup dalam penggunaan sehari-harinya. Sehingga media-media tradisional mendapat tempat tersendiri dalam penggunaannya di berbagai kalangan.

Senin, 12 Oktober 2009

slow but sure

tahap demi tahap, tapi tetap jalannya masih panjang.... ^^
alhamdulillah semuanya bisa terselesaikan.