........dW! rOHM@ WulAndar!............
TuGas_tUGas....
Selasa, 13 Juli 2010
Senin, 12 Juli 2010
Selasa, 16 Maret 2010
Paragraf Induktif_ Deduktif
Paragraf Deduktif
PERAYAAN NYEPI
15 maret 2010 umat Hindu mulai merayakan Nyepi. sebelum mencapai puncak perayaan Nyepi ribuan umat hindu di kota Palu melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya yang biasa dikenal dengan Melasti, yaitu sebagai momen untuk menyucikan diri dari alam. Umat Hindu menyelenggarakan upacara Melasti dalam rangka menyambut perayaan Nyepi. Proses sembahyang yang dilakukan umat Hindu dalam memperingati Nyepi dilakukan dengan penyucian alat-alat sembahyang. Dan prosesi Melasti dilakukan dengan melepaskan sesajen ditengah laut.
Paragraf Induktif
DIGITALISASI
Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blogger, Friendster, dan netlog menjadi perhatian dalam dunia digitalisasi. Digitalisasi didukung pula dengan modernisasi yang dianut masyarakat sebagai gaya hidup. Dengan model serta aplikasi yang beragam. Digitalisasi banyak memberikan dampak positif dan negatif kepada penggunanya, karena menjadi sebuah tempat menyalurkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi menjadi tempat kejahatan dalam dunia maya. Digitalisasi dalam dunia maya semakin bertambah dan terus menarik oerhatian penggunanya.
PERAYAAN NYEPI
15 maret 2010 umat Hindu mulai merayakan Nyepi. sebelum mencapai puncak perayaan Nyepi ribuan umat hindu di kota Palu melakukan berbagai kegiatan. Diantaranya yang biasa dikenal dengan Melasti, yaitu sebagai momen untuk menyucikan diri dari alam. Umat Hindu menyelenggarakan upacara Melasti dalam rangka menyambut perayaan Nyepi. Proses sembahyang yang dilakukan umat Hindu dalam memperingati Nyepi dilakukan dengan penyucian alat-alat sembahyang. Dan prosesi Melasti dilakukan dengan melepaskan sesajen ditengah laut.
Paragraf Induktif
DIGITALISASI
Jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Blogger, Friendster, dan netlog menjadi perhatian dalam dunia digitalisasi. Digitalisasi didukung pula dengan modernisasi yang dianut masyarakat sebagai gaya hidup. Dengan model serta aplikasi yang beragam. Digitalisasi banyak memberikan dampak positif dan negatif kepada penggunanya, karena menjadi sebuah tempat menyalurkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi menjadi tempat kejahatan dalam dunia maya. Digitalisasi dalam dunia maya semakin bertambah dan terus menarik oerhatian penggunanya.
Keamanan Berkendara di Kota Palu
Metode baru berlalu lintas di Kota Palu agar disiplin dalam berkendara.
dan mengurangi berbagai bentuk kecelakaan berlalu lintas.
Tetapi harus didukung dengan pengawasan yang tepat dari pihak Polantas
dan mengurangi berbagai bentuk kecelakaan berlalu lintas.
Tetapi harus didukung dengan pengawasan yang tepat dari pihak Polantas
Kamis, 11 Maret 2010
who am i ( creative writing )

Nama lengkap Dwi Rohma Wulandari, anak kedua dari empat bersaudara, tepatnya tahun 1991 seorang bayi perempuan dilahirkan didunia ini dari pasangan Maskur Manaf S.pd dan Idha Kesuma Utami yaitu tanggal 20 bulan Maret.lahir dengan zodiak pisces membuat warna baru dalam kehidupanku, khususnya dalam hal bergaul cara mengenal dan saling berinteraksi dengan orang lain dengan sifat yang lebih mudah peka dengan keadaan sekitarnya karena lebih mudah iba dengan sesuatu ataupun seseorang yang kurang beruntung. Banyak yang bilang saya orangnya lebih pendiam dan tidak mudah di tebak suasana hatinya. Saya lebih senang mendengarkan cerita ataupun curhatan orang dengan kisah-kisahnya yang berbeda dan dengan segala ekspresi mereka saat sedang bercerita. sehingga banyak dari teman-teman yang selama ini dekat dengan kehidupan sehari-hari saya bilang kalau orang yang di beri nama Dwi Rohma ini lebih enak di ajak sebagai teman bicara.
Rabu, 02 Desember 2009
perspektif psikologis
Perspektif Psikologis. Perspektif Psikologis tentang komunikasi manusia memfokuskan perhatiannya pada individu (si komunikator atau penafsir) baik secara teoritis maupun empiris. Secara lebih spesifik lagi, yang menjadi fokus utama dari komunikasi adalah mekanisme internal penerimaan dan pengolahan informasi. Unsur-unsur perantara dari behaviorisme S-O-R dan psikologi kognitif, cenderung untuk mendominasi usaha penelitian para ilmuwan komunikasi yang mempergunakan perspektif psikologis.
Komponen-komponen Perspektif Psikologis. Orientasi Source-Response cukup menonjol dalam perspektif psikologis tentang komunikasi manusia. Perspektif ini menganggap bahwa manusia berada dalam suatu
medan stimulus, yang secara bebas disebut sebagai suatu lingkungan informasi. Di sekeliling setiap orang terdapat arus stimuli yang hampir tidak terbatas jumlahnya, semuanya dapat diproses melalui organ-organ indra penerima, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan rasa. Semua stimulus ini bersaing untuk diterima karena banyaknya sehingga jumlahnya melebihi kapasitas manusia untuk menerima dan mengolahnya.
Manusia yang sedang berkomunikasi tidak hanya menerima stimuli akan tetapi ia pun menghasilkan stimuli. Sama sebagaimana halnya dengan konsep sumber atau penerima dalam model mekanistis, dalam model psikologis manusia ditandai sebagai makhluk yang memiliki fungsi ganda menghasilkan dan menerima stimuli, jadi manusia adalah seorang komunikator atau penafsir stimuli informasional.
Ketika si penafsir menyerap stimuli, ia secara otomatis mengolahnya melalui berbagai filter konseptual. Filter ini merupakan keadaan internal dari organisme manusia. Filter tidak dapat diamati secara langsung sebagai keadaan internal, akan tetapi dianggap sangat mempengaruhi peristiwa komunikatif. Filter dapat digambarkan sebagai sikap, keyakinan, motif, dorongan, citra, kognisi, konsep diri, tanggapan, orientasi, set, atau sejumlah konstruk hipotesis lainnya.
Setelah menyaring stimuli komunikatif, komunikator merespons stimuli itu dengan menghasilkan stimuli tambahan, yang kemudian ditambahkan kepada medan stimulus sebagai respons perilaku. Respons itu, juga merupakan seperangkat stimulus informasi yang terstruktur yang dikenal sebagai isyarat dan simbol yang dihasilkan oleh komunikator dan dapat dipengaruhi oleh respons diskriminatif berikutnya oleh penafsir lainnya.
Respons tidak seluruhnya dapat diobservasi secara langsung. Ada bagian-bagian tertentu dari respons itu yang tetap tersembunyi dan karenanya tidak dapat dilihat dalam peristiwa komunikatif.
Komponen-komponen Perspektif Psikologis. Orientasi Source-Response cukup menonjol dalam perspektif psikologis tentang komunikasi manusia. Perspektif ini menganggap bahwa manusia berada dalam suatu
medan stimulus, yang secara bebas disebut sebagai suatu lingkungan informasi. Di sekeliling setiap orang terdapat arus stimuli yang hampir tidak terbatas jumlahnya, semuanya dapat diproses melalui organ-organ indra penerima, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, dan rasa. Semua stimulus ini bersaing untuk diterima karena banyaknya sehingga jumlahnya melebihi kapasitas manusia untuk menerima dan mengolahnya.
Manusia yang sedang berkomunikasi tidak hanya menerima stimuli akan tetapi ia pun menghasilkan stimuli. Sama sebagaimana halnya dengan konsep sumber atau penerima dalam model mekanistis, dalam model psikologis manusia ditandai sebagai makhluk yang memiliki fungsi ganda menghasilkan dan menerima stimuli, jadi manusia adalah seorang komunikator atau penafsir stimuli informasional.
Ketika si penafsir menyerap stimuli, ia secara otomatis mengolahnya melalui berbagai filter konseptual. Filter ini merupakan keadaan internal dari organisme manusia. Filter tidak dapat diamati secara langsung sebagai keadaan internal, akan tetapi dianggap sangat mempengaruhi peristiwa komunikatif. Filter dapat digambarkan sebagai sikap, keyakinan, motif, dorongan, citra, kognisi, konsep diri, tanggapan, orientasi, set, atau sejumlah konstruk hipotesis lainnya.
Setelah menyaring stimuli komunikatif, komunikator merespons stimuli itu dengan menghasilkan stimuli tambahan, yang kemudian ditambahkan kepada medan stimulus sebagai respons perilaku. Respons itu, juga merupakan seperangkat stimulus informasi yang terstruktur yang dikenal sebagai isyarat dan simbol yang dihasilkan oleh komunikator dan dapat dipengaruhi oleh respons diskriminatif berikutnya oleh penafsir lainnya.
Respons tidak seluruhnya dapat diobservasi secara langsung. Ada bagian-bagian tertentu dari respons itu yang tetap tersembunyi dan karenanya tidak dapat dilihat dalam peristiwa komunikatif.
Langganan:
Postingan (Atom)